02 Juli 2007

Detik-Detik Kelahiranku

Tanggal 08 April 2003

Sampe detik ini Bunda belum ada tanda-tanda mo melahirkan. Setelah pemeriksaan 'dalam' dan USG, akhirnya Bunda diminta dr. Win untuk segera cek in di RS Puri Cinere. Dr. Win khawatir dengan kondisi plasenta Bunda, maka segera diambil tindakan untuk memberikan induksi ke Bunda untuk memancing tanda-tanda kelahiran. Dua botol infus sudah.....tapi ternyata Bunda belum juga mengalami kontraksi. Diputuskan besok akan dilanjutkan induksi lagi, kalau dipaksakan hari ini juga....kasian sayang yang ada di dalam perut Bunda, nanti kecapekan karena terus diberi hormon.

Tanggal 09 April 2003

Pagi-pagi Bunda mulai di induksi lagi. Sampai dengan nyaris habis cairan satu botol infus habis, tapi Bunda belum juga merasakan tanda-tanda mau melahirkan. Setelah cairan infus tersebut habis, Bunda kembali diperiksa 'dalam' oleh Bidan Santi dan Bidan Abet atas perintah dari dr. Win yang kebetulan saat itu belum berada di RS. Ternyata, hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan : posisi janin belum turun (masih satu jari kelingking dari 'pintu keluar'), sedangkan plasenta sudah menunjukkan bintik-bintik tidak sehat. Ya iyalah.....lah sekarang usia kandungannya udah 42 minggu !.

Persis jam 12.00 siang, dr Win langsung menyarankan untuk segera di operasi. Deg ! Bunda sempet kecewa....karena awalnya Bunda yakin kalau bisa melahirkan secara normal, dokter pun demikian. Tapi setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar dari dr Win, bidan Abet dan suster-suster lainnya, akhirnya Bunda setuju juga. Bunda segera kasih kabar ke Ayah (saat itu Ayah sedang pulang gantian aplusan sama Enek n Mama Elly), trus gak lama Ayah, Enek n Mama Elly kumpul dan mengurus semua kelengkapan administrasi operasi.

Jam 16.15, Bunda diantar Ayah, Enek dan Mama Elly menuju ke ruang operasi. Waduh nak....saat Bunda disuntik bius di tulang punggung, sakiiiitttttnya luaaaarrr biasa !!!. Gak lama, Bunda mengigil kedinginan.....bbbbrrrrr..... Proses operasi pun berlangsung. Bunda dibius lokal sehingga Bunda masih sedikit sadar. Selama operasi berlangsung, Bunda ikutan nimbrung para dokter yang mengoperasi sambil ngobrol dengan diiringi musik klasik khasnya dr Win. Oh iya, Bunda sempet tanya ke dr Alfiben yang mendampingi dr Win saat operasi : "perut saya lagi diapain sih....koq kayak yang di obok-obok sih, kayak naik kapal laut aja !". Huahahaha....semuanya ketawa, dr Alfiben jawab : 'tenang aja Bu...lagi diobatin aja koq'. Eh....gak lama, dr Win langsung teriak :'busyet, anaknya gede juga nih !'. Dengan didorong dari bagian dada bawah oleh dokter anestesi, sayang pun diangkat. Gak lama kedengaran.....owak...owak.....owak, alhamdulillah...sayang lahir selamat tanpa cacat apapun dan sehat wal afiat. Sayangnya, Bunda cuma lihat sebentar karena sayang langsung dibersihkan dan diperiksa oleh dokter spesialis anak, dr Arhan Arif.

Setelah sayang lahir dan operasi Bunda selesai, Bunda pun dibawa ke ruang pemulihan. Ssstttt...kata Ayah, Bunda meracau gak jelas gitu, seperti minta bubur kacang hijau dan pizza.....tapi Bunda lupa, mungkin karena efek dari obat bius ya ?. Oh iya, selama proses operasi berlangsung, Ayah shalat dan berdoa di mushala. Alhamdulillah, pertama kali sayang di adzankan oleh Ayah. Detik-detik kelahiran sayang ditunggu oleh Ayah, Enek, Mama Elly, T'Selly, T'Githa dan T'Sasha, sedangkan Aki sedang ke Kuningan jadi memberikan doa jarak jauh aja.

Data-data kelahiran sayang :
Hari / tanggal : Rabu, 09 April 2003
Jam : 17.15 wib
Berat : 3900 gram
Panjang : 52 cm
Rambut : hitam tebal (nyaris gondrong, xixixi)
Kulit : putih

01 Juli 2007

Trimester Ketiga

Kondisi kehamilan Bunda alhamdulillah sehat.
Perkiraan kelahiran : 29 Maret 2002.
Perkiraan proses kelahiran : normal.

Usia kehamilan 7 bulan, Enek n Bunda mempersiapkan pengajian di rumah. Alhamdulillah, teman-teman Enek banyak yang datang dan semuanya mendoakan sayang n Bunda dimana kelak saatnya tiba, sayang dapat lahir dengan lancar, sehat dan menjadi anak yang shalehah.....amin. Oh iya, Bunda juga didoakan supaya saat melahirkan nanti bisa dengan lancar dan mudah (kata Enak mah 'bangsar') juga sehat.

Bunda mulai persiapan semua kebutuhan sayang, mulai dari belanja popok, gurita, baju-baju, perlak, perlengkapan mandi, dll....pokoke semua kebutuhan sayang. Lucu-lucu lho.....karena Bunda sengaja hunting tuk dapetin yang lucu, oh iya....semuanya mungil-mungil. Setelah dibeli, Bunda langsung cuci, disetrika dan disimpan yang rapi sambil menunggu kelahiran sayang.

Saking senengnya, Bunda gak sabaran sampe-sampe baru usia 7 bulan tapi udah ikutan senam hamil di RS Puri Cinere *ssstttt...padahal yang ikutan senam hamil seharusnya di usia 8 bulan lho*. Setiap hari Sabtu jam 10.00 Bunda n Ayah selalu dateng ke lt. 2 RS Puri Cinere tuk ikutan senam. Bunda n Ayah banyak sekali mendapatkan informasi baik dari ibu-ibu peserta lainnya, tapi terutama dari para dokter, bidan dan ahli yang memberikan instruksi dan nara sumber selama kegiatan senam berlangsung. Instruktur senam namanya Bidan Ketut, nara sumbernya adalah dokter kandungan, yaitu dr. Musa. Terus ada lagi yang lainnya seperti ahli gizi, suster bayi dan lainnya. Alhamdulillah.....semuanya banyak membantu dengan memberikan berbagai informasi seputar proses sehamilan, proses kelahiran sampai dengan cara mengurus sayang ketika sudah lahir.

Hasil pemeriksaan terakhir, Bunda diminta untuk kembali lagi setelah dua minggu setelah tanggal perkiraan kelahiran karena posisi sayang di dalam perut Bunda belum turun juga.

30 Juni 2007

Trimester Kedua

Bunda masih mabok berat. Bunda ngidam burger, kacang tanah rebus n makaroni pedas....tapi gak berlangsung lama. Malahan, karena udah keblinger sama makaroni pedas....akhirnya Bunda mabok setiap nyium baunya apalagi makannya !.

Oh iya, saat Bunda hamil 5 atau 6 bulan.....Bunda mendadak dibawa Enek ke RSPC karena hampir pingsan ! Lucunya, Bunda nyaris pingsan karena mau 'pup' gak bisa jadi jongkoknya kelamaan. Karena Ayah saat itu belum pulang dari kantor, langsung dech Ayah di telepon Enek tuk segera ke RSPC. Setelah Ayah dateng, Bunda segera dikasih obat sama dokter yang ada di UGD supaya bisa 'pup'. Ditunggu beberpa menit, akhitnya Bunda bisa juga 'pup' di RSPC.....wuih, leganya !!!. Kesimpulannya, Bunda mo 'pup' aja mesti ke RSPC dulu dah gitu muahal banged.....Rp. 400 ribu bow ! Weleh....weleh....weleh.....

Saat ini, Bunda dan Ayah sedang mereka-reka mencari nama terbagus untuk sayang. Bunda dan Ayah hunting di berbagai situs dan buku-buku yang memuat nama-nama bayi. Saking bingungnya, Ayah n Bunda menyiapkan beberapa nama.....bahkan meskipun kami sudah tau melalui pemeriksaan USG bahwa sayang adalah perempuan, tapi tetap saja kita menyiapkan nama untuk anak laki-laki juga. Ya...untuk jaga-jaga aja. Salah satu nama yang kami siapkan adalah Talitha Aurellia Shakira Hadisiswanto

Syukur alhamdulillah, kondisi kehamilan sampai saat ini sehat.

Tiga Bulan Pertama

09/08/2002
Usia kehamilan : 5 minggu

Bunda mengalami vlek karena tanggal 07/08/2002 Bunda n Ayah pergi nengok Mbah di Malang naik kereta. Mungkin karena kecapekan karena perginya langsung dari kantor dan pulangnya juga langsung ke kantor....nekad bow !. Bunda langsung telp Ayah n kita langsung ke dr. Win yang kebetulan hari itu sedang prakstek di RS Asih, Kebayoran Baru. Alhamdulillah, setelah diberi obat dan bedrest beberapa hari....vlek nya gak keluar lagi.

14/08/2002
Usia kehamilan : 8 minggu.
Alhamdulillah kondisi kehamilan Bunda sehat.

21/09/2002
Usia kehamilan : 9 minggu.
Alhamdulillah kondisi kehamilan Bunda sehat.

Selama trimester pertama ini, Bunda mabok berat. Indra penciuman Bunda amat sangat sensitive. Sampe-sampe Bunda susah sekali makan karena mencium makanan, tukang nasi goreng dokdok atau tek-tek aja seringkali kena semprot Bunda....*kacian banget dech tuh orang*. Setiap pagi, sambil berdandan Bunda disuapin Ayah supaya Bunda bisa makan tanpa melihat menu yang dipiring dan perhatian Bunda teralihkan dari makanan ke kosmetik yang lagi dipakai....*luar biasa sabarnya Ayah*. Oh iya, dalam sehari Bunda bisa-bisa muntah sampai 8 kali lho....wuih, sampe-sampe udah gak ada lagi yang bisa dikeluarin kecuali air.

Pulang dan pergi kerja, Bunda selalu diantar jemput Ayah. Sekali waktu, Ayah lagi gak bisa jemput Bunda...so, Bunda naik taksi dengan berbekal kantong kresek beberapa biji dan minta ijin sopir taksi kalo mungkin Bunda muntah di taksi. Eh....betul aja, baru beberapa meter mobil jalan....Bunda langsung muntah beberapa kali. Pas sampe rumah, Bunda langsung di bopong Enek n Aki karena udah lemes banget......

Bunda setiap bulan rajin kontrol ke dokter diantar Ayah. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan dokter, meski mabok berat tapi kondisi kehamilan Bunda sehat.

29 Juni 2007

Pernikahan

Nov'2001 - Feb'2002
Persiapan pernikahan segera dilakukan mulai dari membeli mahar, seserahan dll. Membuat daftar calon undangan dan memesan kartu undangannya sampai dengan membagikannya. Semua persiapan kami lakukan bersama dibantu dengan saudara dan teman.

Feb'2002
Hari Minggu tanggal 16 Februari 2002 bertempat di Islamic Centre Bekasi, pernikahan kami dilangsungkan dengan hikmat dan cukup meriah. Semua saudara dan handai taulan serta para undangan hadir melimpah ruah memenuhi ruangan aula resepsi kami. Malam pertama setelah kami resmi menjadi suami istri, kami bermalam di Horel Horison Bekasi *Aki memberikan voucher menginap untuk kami*.
Syukur alhamdulillah tiada henti kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas ijin dan ridho dari-Nya sehingga perjalanan kami menuju pernikahan begitu mudahnya.

Feb - Jul 2002
Hari-hari yang kami lalui bersama dengan penuh harapan untuk segera mendapatkan momongan. Seringkali Bunda curhat ke Tante Indri di kantor bagaimana besarnya keinginan Bunda untuk segera hamil, malah terkadang Bunda nangis.

Jul' 2002
Kasih sayang Allah kepada Bunda ditunjukkan dengan 2 hal :
1. Bunda diterima kerja disebuah perusahaan yang besar.
2. Bunda positif hamil.
Awalnya Bunda tidak percaya terhadap hasil testpack yang Bunda lakukan sendiri, sehingga Bunda melakukan test ulang di Laboratorium Prodia Pasar Minggu. Alhamdulillah, ternyata Bunda benar-benar hamil !!! Untuk pertama kalinya periksa ke dokter spesialis kandungan di RS Puri Cinere yaitu dr. Winahyo Harjoprakoso.

Pertunangan

Oct'2001
Tanpa di duga Ayah 'melamar' Bunda dengan nada gurauan dan Bunda pun menanggapinya dengan gurauan pula. Namun Ayah berulang-ulang menyatakan akan menikah dengan Bunda. Akhir Bulan Oktober, Bunda dan Ayah ditugaskan ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan teman kerja (Om Yoko). Ayah pun mengajak Bunda untuk diperkenalkan dengan keluarga besarnya di Malang. Dengan modal nekad dan nyali besar, Ayah meminta ijin ke Aki dan Enek untuk memperkenalkan Bunda ke keluarganya di Malang. Setelah di interogasi lumayan panjang, akhirnya Aki dan Enek mengijinkannya.
Sesampainya di Malang, Bunda diperkenalkan dengan Ibunya Ayah (Mbah Uti) dan seluruh keluarga besarnya. Alhamdulillah, mereka semua setuju dan langsung menanyakan kapan mereka bisa melamar Bunda....*it's a very amazing*.

Nov'2001
Tanggal 3 Nov 2001, rombongan dari Malang datang ke Jakarta untuk melamar Bunda. Saat itupun kami melangsungkan pertunangan dan sekaligus menentukan tanggal dan tempat pernikahan akan dilangsungkan.


Pertemuan

Nov'2000
Pertama kali Bunda dan Ayah bertemu di sebuah perusahaan swasta tepatnya di lantai 9 Wisma Kodel, Jl. HR Rasuna Said - Kuningan, Jakarta. Saat itu, Bunda adalah karyawan baru di perusahaan tersebut, sedangkan Ayah adalah karyawan yang sudah bekerja sejak tahun 1999. Dibandingkan dengan karyawan lainnya, Ayah memiliki kemampuan yang lebih di bidang komputer sehingga Bunda banyak belajar darinya. Hubungan kami hanya sebatas rekan kerja dan teman saja. Bunda seringkali curhat ke Ayah mengenai berbagai hal, mulai dari sang mantan pacar sampai dengan masalah keluarga....*Ayah benar-benar sosok yang asyik untuk dijadikan teman curhat*