Detik-Detik Kelahiranku
Tanggal 08 April 2003
Sampe detik ini Bunda belum ada tanda-tanda mo melahirkan. Setelah pemeriksaan 'dalam' dan USG, akhirnya Bunda diminta dr. Win untuk segera cek in di RS Puri Cinere. Dr. Win khawatir dengan kondisi plasenta Bunda, maka segera diambil tindakan untuk memberikan induksi ke Bunda untuk memancing tanda-tanda kelahiran. Dua botol infus sudah.....tapi ternyata Bunda belum juga mengalami kontraksi. Diputuskan besok akan dilanjutkan induksi lagi, kalau dipaksakan hari ini juga....kasian sayang yang ada di dalam perut Bunda, nanti kecapekan karena terus diberi hormon.
Tanggal 09 April 2003
Pagi-pagi Bunda mulai di induksi lagi. Sampai dengan nyaris habis cairan satu botol infus habis, tapi Bunda belum juga merasakan tanda-tanda mau melahirkan. Setelah cairan infus tersebut habis, Bunda kembali diperiksa 'dalam' oleh Bidan Santi dan Bidan Abet atas perintah dari dr. Win yang kebetulan saat itu belum berada di RS. Ternyata, hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan : posisi janin belum turun (masih satu jari kelingking dari 'pintu keluar'), sedangkan plasenta sudah menunjukkan bintik-bintik tidak sehat. Ya iyalah.....lah sekarang usia kandungannya udah 42 minggu !.
Persis jam 12.00 siang, dr Win langsung menyarankan untuk segera di operasi. Deg ! Bunda sempet kecewa....karena awalnya Bunda yakin kalau bisa melahirkan secara normal, dokter pun demikian. Tapi setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar dari dr Win, bidan Abet dan suster-suster lainnya, akhirnya Bunda setuju juga. Bunda segera kasih kabar ke Ayah (saat itu Ayah sedang pulang gantian aplusan sama Enek n Mama Elly), trus gak lama Ayah, Enek n Mama Elly kumpul dan mengurus semua kelengkapan administrasi operasi.
Jam 16.15, Bunda diantar Ayah, Enek dan Mama Elly menuju ke ruang operasi. Waduh nak....saat Bunda disuntik bius di tulang punggung, sakiiiitttttnya luaaaarrr biasa !!!. Gak lama, Bunda mengigil kedinginan.....bbbbrrrrr..... Proses operasi pun berlangsung. Bunda dibius lokal sehingga Bunda masih sedikit sadar. Selama operasi berlangsung, Bunda ikutan nimbrung para dokter yang mengoperasi sambil ngobrol dengan diiringi musik klasik khasnya dr Win. Oh iya, Bunda sempet tanya ke dr Alfiben yang mendampingi dr Win saat operasi : "perut saya lagi diapain sih....koq kayak yang di obok-obok sih, kayak naik kapal laut aja !". Huahahaha....semuanya ketawa, dr Alfiben jawab : 'tenang aja Bu...lagi diobatin aja koq'. Eh....gak lama, dr Win langsung teriak :'busyet, anaknya gede juga nih !'. Dengan didorong dari bagian dada bawah oleh dokter anestesi, sayang pun diangkat. Gak lama kedengaran.....owak...owak.....owak, alhamdulillah...sayang lahir selamat tanpa cacat apapun dan sehat wal afiat. Sayangnya, Bunda cuma lihat sebentar karena sayang langsung dibersihkan dan diperiksa oleh dokter spesialis anak, dr Arhan Arif.
Setelah sayang lahir dan operasi Bunda selesai, Bunda pun dibawa ke ruang pemulihan. Ssstttt...kata Ayah, Bunda meracau gak jelas gitu, seperti minta bubur kacang hijau dan pizza.....tapi Bunda lupa, mungkin karena efek dari obat bius ya ?. Oh iya, selama proses operasi berlangsung, Ayah shalat dan berdoa di mushala. Alhamdulillah, pertama kali sayang di adzankan oleh Ayah. Detik-detik kelahiran sayang ditunggu oleh Ayah, Enek, Mama Elly, T'Selly, T'Githa dan T'Sasha, sedangkan Aki sedang ke Kuningan jadi memberikan doa jarak jauh aja.
Data-data kelahiran sayang :
Hari / tanggal : Rabu, 09 April 2003
Jam : 17.15 wib
Berat : 3900 gram
Panjang : 52 cm
Rambut : hitam tebal (nyaris gondrong, xixixi)
Kulit : putih
